June 22, 2016

Float - 2

winonsky.sunnypillow


Cause if I want you, and I want you, babe
Ain't going backwards, won't ask for space
Cause space was just a word made up by someone who's afraid to get too...
Close
Nick Jonas ft Tove Lo – Close

Kre.

"Iya, Bang Equi. Kre sudah sarapan kok. Iya, sudah minum obat juga. Salam buat Papa-Mama ya, Bang. Kre kelas dulu. Nanti malam Kre telpon lagi. Iya, sayang Bang Equi juga."

Pip.

Kre pun menutup hand phone nya dan memasukkannya ke dalam tas. Dia pun melanjutkan perjalanannya menyusuri lorong sekolahnya menuju ke kelas Madame Jean-Piquot. Kelas hari ini akan membahas mengenai teknik gradasi warna dengan jenis cat yang berbeda. Kre selalu memiliki kesulitan jika harus melukis dengan jenis cat yang berbeda. Kre pun berpikir bahwa hal pencampuran cat itu konyol dan oleh karena itu tidak pernah mencampur jenis-jenis cat dalam lukisannya. Anehnya, Madame Jean-Piquot berpikir bahwa teknik ini penting apabila warna yang diinginkan tidak di dapatkan dalam jenis cat yang sama (dengan catatan telah melakukan berbagai jenis kombinasi untuk mendapat warna yang tepat). Kre selalu merasa untuk 'tinggal' membeli cat yang dia butuhkan. Namun, harus dia akui, terkadang dari seluruh ratusan warna cat yang dia miliki, pasti ada beberapa warna yang pada akhirnya dia ciptakan sendiri dengan mencampur dua atau lebih cat.

Langkah sepatunya pun dipercepat ketika Kre melihat Madame Jean-Piquot berdiri didepan pintu kelasnya dengan tas yang berisi kanvas lukisannya. Dengan terburu-buru Kre pun menghampiri Madame Jean-Piquot dan membantunya untuk membawa tas tersebut.

"Morning, Madame! Let me help you with those paintings."
"Oh, Crescentia! Good morning and no, thank you. I'm afraid you'll ruin my paintings with your loud steps. Silly girl."

Madame Jean-Piquot pun memasuki kelas dan menutup pintu kelas tepat didepan muka Kre. Kre pun hanya menghela napas panjang dan segera memasuki kelas.

Zol.

Pintu dibelakangnya pun tertutup. Zol mengitari pemandangan kamarnya sembari melepaskan kaus kakinya.

Matanya tertuju pada suatu 'sembulan' yang terjepit dalam lemarinya. Warna putih dari 'sembulan' tersebut membuatnya semakin yakin bahwa 'sembulan' itu adalah kaus pemberian Kre yang diberikan padanya ketika ulang tahunnya.

---

Zol ingat betul bagaimana ulang tahun ke-15nya dia lewati. Dia telat masuk sekolah dan dikunci di luar gerbang sekolah sehingga dia pun dilarang unuk masuk ke dalam lab biologi oleh Bu Irma. Dia pun bermain basket di lapangan hingga bel kelas selanjutnya berbunyi. Ketika makan siang, seluruh tim basketnya menjemputnya di kelas dan mengajaknya untuk makan siang di kantin. Sesampainya di kantin dia pun dihadiahi seloyang pizza oleh teman sekelasnya. Zol juga membayar makanan teman-temannya siang itu.

Zol pun melanjutkan kelasnya. Setelah kelas terakhir selesai, beberapa teman sekelasnya juga menyanyikannya didepan kelas. Zol hanya tertawa dan langsung buru-buru pergi ke lapangan basket. Saat itu tidak ada latihan, namun Zol yakin dia bisa menemukan Kre disana.

Dan di lapangan basket pun dia menemukan Kre. Mereka berpelukan dan melanjutkan perayaan mereka berdua ke sebuah mall di daerah Gandaria menggunakan MetroMini. Sesampainya di mall tersebut pun, mereka pun menghabiskan waktu hingga malam tiba dengan ke toko buku dan membaca komik bersama. Ketika jam sudah menunjukkan pukul 20.15, mereka pun melanjutkan perayaan mereka ke sebuah gerobak mie favorit mereka yang terletak diseberang mall.

Selesai makan, mereka pun berjalan menyusuri jalan sambil mengobrol mengenai kehidupan mereka selama 15 tahun ini. Mereka dipertemukan ketika hari pertama kelahiran mereka. Mereka berbagi berbagai macam momen kehidupan mereka bersama-sama. Hari spesial Kre adalah hari spesial Zol dan hari spesial Zol adalah hari spesial Kre juga.

Hujan pun mulai turun, mereka pun berlari-larian mencari tempat teduh. Mereka pun berteduh disebuah halte bis yang cukup luas. Sayangnya, mereka berdua basah kuyup. Bahkan Kre pun panik karena tasnya basah dan takut hadiah untuk Zol basah.

Kre pun mengeluarkan kaus itu. Kaus putih polos yang dilukis oleh Kre angka 20/03. 20 Maret. Tanggal lahir mereka.

---

Zol pun berjalan menghampiri 'sembulan' tersebut. Dia mengangkatnya dan menatap lekat-lekat kaus tersebut.

"Dua puluh nol tiga."

Zol memeluk kaus itu dan berbisik, "Selamat ulang tahun, Kre."

Kre.

Kelas Madame Jean-Piquot telah selesai dan sekarang Kre pun terburu-buru untuk mengejar jadwal subway menuju apartment-nya. Dia sudah berjanji dengan teman-teman SMAnya untuk melakukan video call via Skype ketika ulang tahunnya. Ya, hari itu memang hari lahirnya. Sekarang Kre sudah berumur 18 tahun.

Ketika Kre sampai di lobi, ternyata hujan sudah mulai turun. Kre pun segera mencari jaket yang tadi dia bawa. Jaket hoodie biru muda bergambarkan kepala Snoopy. Kre pun memakai jaket tersebut dan segera berlari menerjang hujan untuk mengejar subway-nya. Beruntung dia berhasil mengejarnya dan mendapatkan tempat duduk agar dia bisa beristirahat dari sengalan napasnya.

Kre pun akhirnya duduk termenung. Dia memandangi bayangannya dari kaca subway yang berada diseberangnya. Dia dapat melihat dengan jelas muka letihnya, rambutnya yang acak-acakan, serta jaket hoodie Snoopy pemberian Zol itu.

---

Zol hanya mencibir ketika melihat kaus yang ada ditangannya. "Masa kaus doang," begitu katanya sambil membolak-balikkan kaus tersebut.

Kre pun hanya bisa ngambek dan memutuskan untuk memandangi hujan pada jalan raya. Air hujan yang basah itu mengguyur habis jalanan tanpa ampun. Dengan tambahan tiupan angin yang cukup kencang, hujan malam itu cukup menguras tenaga setiap manusia yang mencoba menaklukkannya.

Tiba-tiba, Zol memakaikan sesuatu kepadanya. Kre sedikit kehilangan keseimbangannya ketika Zol memakaikan jaket tersebut kepadanya. Zol pun juga sedikit bercanda dengan memakaikannya terbalik sehingga Kre harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk memutar hoodie itu.

Setelah memakainya dengan benar, Kre pun memandangi jaket tersebut dan kemudian tertawa.

"Masih mending aku, ya, ngasihnya kaus.. Daripada kamu ngasihnya jaket bekas!!"
"Eh itu gak bekas, ya! Lagian kan kamu suka jaket itu!"
"Ini bekas kamu, Zol! Ini bekaass! Aku juga suka jaket ini kan 2 tahun lalu pas kamu beli jaket ini di Pasaraya."
"Semua barang dari aku itu kayak baru. Gak ada yang bekas. Cium aja baunya wangi."
"Ih bau badan kamuuu!!"
"Ah udah terima aja. Aku lagi gak ada uang. Nanti kalau udah ada aku kasih yang lain."

Zol dan Kre pun tertawa. Mereka pun kembali meributkan mengenai hadiah siapa yang paling buruk. Sayangnya, mereka harus menghentikan keseruan mereka ketika Rama, pacar Kre saat itu, menjemputnya untuk mengantarnya pulang. Kre pun memasuki mobil Rama dan melambaikan tangannya kepada Zol.

---

Kre pun mengunci pintu kamarnya dan segera membuka laptopnya. Sembari menunggu teman-temannya untuk online, Kre pun terdiam memandangi layar laptopnya sembari memainkan tali jaket hoodie Snoopy-nya.

Kre masih bisa mencium bau Zol dalam jaket itu. Walaupun jaket itu sudah berpindah tangan kepada Kre, anehnya Kre selalu dapat mencium bau khas Zol dari jaket itu. Kre tidak pernah tahu bau ini terdiri dari berapa jenis komponen dari tubuh Zol, tetapi Kre tahu bahwa dia sangat menyukai bau ini. Bau ini menenangkan. Nyaman. Bau ini bau Zol.

Skype-nya pun berdering. Sebuah panggilan masuk dari seorang lelaki yang dia kira menganggapnya tidak ada sejak kepergiannya ke Amerika. Panggilan masuk dari Zolan D H.

Kre pun menghirup kembali bau dari jaket itu untuk terakhir kalinya dan menghela napas yang cukup panjang. Kemudian, Kre pun memencet tombol 'Answer' pada layar laptopnya.

"Halo?"

Asrama Universitas Indonesia
Wednesday, 22nd June 2016

23.30 PM

No comments:

Post a Comment